Menyelenggarakan Umrah Dan Haji Plus
Senin, 02 April 2018
Minggu, 01 April 2018
Serial 5 Alam Jin: Makanan dan Minuman Jin
Serial 5 Alam Jin: Makanan dan Minuman Jin
Serial 5 Alam Jin: Makanan dan Minuman Jin
Perlu diketahui bahwa jin -termasuk pula setan- melakukan aktivitas makan dan minum.
Beberapa dalil membuktikan hal ini.
Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata,
ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺤْﻤِﻞُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇِﺩَﺍﻭَﺓً ﻟِﻮَﺿُﻮﺋِﻪِ ﻭَﺣَﺎﺟَﺘِﻪِ ، ﻓَﺒَﻴْﻨَﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻳَﺘْﺒَﻌُﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ « ﻣَﻦْ ﻫَﺬَﺍ » . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ . ﻓَﻘَﺎﻝَ « ﺍﺑْﻐِﻨِﻰ ﺃَﺣْﺠَﺎﺭًﺍ ﺃَﺳْﺘَﻨْﻔِﺾْ ﺑِﻬَﺎ ، ﻭَﻻَ ﺗَﺄْﺗِﻨِﻰ ﺑِﻌَﻈْﻢٍ ﻭَﻻَ ﺑِﺮَﻭْﺛَﺔٍ » . ﻓَﺄَﺗَﻴْﺘُﻪُ ﺑِﺄَﺣْﺠَﺎﺭٍ ﺃَﺣْﻤِﻠُﻬَﺎ ﻓِﻰ ﻃَﺮَﻑِ ﺛَﻮْﺑِﻰ ﺣَﺘَّﻰ ﻭَﺿَﻌْﺖُ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺒِﻪِ ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﺼَﺮَﻓْﺖُ ، ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮَﻍَ ﻣَﺸَﻴْﺖُ ، ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﺑَﺎﻝُ ﺍﻟْﻌَﻈْﻢِ ﻭَﺍﻟﺮَّﻭْﺛَﺔِ ﻗَﺎﻝَ « ﻫُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻃَﻌَﺎﻡِ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ، ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﺃَﺗَﺎﻧِﻰ ﻭَﻓْﺪُ ﺟِﻦِّ ﻧَﺼِﻴﺒِﻴﻦَ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ، ﻓَﺴَﺄَﻟُﻮﻧِﻰ ﺍﻟﺰَّﺍﺩَ ، ﻓَﺪَﻋَﻮْﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻥْ ﻻَ ﻳَﻤُﺮُّﻭﺍ ﺑِﻌَﻈْﻢٍ ﻭَﻻَ ﺑِﺮَﻭْﺛَﺔٍ ﺇِﻻَّ ﻭَﺟَﺪُﻭﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻃَﻌَﺎﻣًﺎ »
Bahwasanya ia pernah membawakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wadah berisi air wudhu dan hajat beliau. Ketika ia membawanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa ini?” “Saya, Abu Hurairah”, jawabnya. Beliau pun berkata, “ Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek) .” Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, “ Ada apa dengan tulang dan kotoran? ” Beliau bersabda, “ Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)
Begitu pula dalam hadits lainnya, dari ‘Abdullah bin Mas’ud disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻨْﺠُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺮَّﻭْﺙِ ﻭَﻻَ ﺑِﺎﻟْﻌِﻈَﺎﻡِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺯَﺍﺩُ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ
“Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin."
HR. Tirmidzi no. 18. ( Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih )
Juga diceritakan dalam hadits lainnya bahwa setan makan dengan tangan kiri. Sedangkan kita diperintahkan menyelisihi setan dalam hal tersebut.
Dalam Shahih Muslim, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anha , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺄْﻛُﻞْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﻓَﻠْﻴَﺸْﺮَﺏْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ ﻭَﻳَﺸْﺮَﺏُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ
“Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim no. 2020).
Dalil lainnya juga menunjukkan setan itu makan dan minum yaitu dari hadits Jabir bin ‘Abdillah, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻻَ ﻣَﺒِﻴﺖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻋَﺸَﺎﺀَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya, lalu ia berdzikir pada Allah ketika memasukinya dan ketika hendak makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Sungguh kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam.” Namun ketika seseorang memasuki rumah dan tidak berdzikir pada Allah, setan pun berkata (pada teman-temannya), “Akhirnya, kalian mendapatkan tempat bermalam.” Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan pun berucap (pada teman-temannya), “Kalian akhirnya mendapat tempat bermalam dan makan malam.”
(HR. Muslim no. 2018).
Sebagaimana manusia terlarang memakan daging yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Maka sama halnya dengan jin beriman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan pada mereka makanan berupa tulang yang disebut nama Allah. Jin beriman tidak boleh meninggalkan penyebutan ‘bismillah’. Sedangkan setan jadi menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah. Oleh karena itu, sebagian ulama berdalil bahwa bangkai merupakan makanan setan karena bangkai itu berasal dari hewan yang disembelih tanpa disebutkan
bismillah .
Begitu pula sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim berdalil bahwa minuman yang memabukkan adalah minumannya setan. Di antara yang dijadikan dalil adalah ayat,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻴْﺴِﺮُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺏُ ﻭَﺍﻟْﺄَﺯْﻟَﺎﻡُ ﺭِﺟْﺲٌ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90).
Karena yang meminum khomr adalah wali setan dan atas perintahnya. Mereka sama dengan setan dalam amalan tersebut. Jadi, peminum khomr pantas mendapatkan dosa dan siksa.
Hanya Allah yang memberi taufik.
Referensi :
‘Alamul Jin wasy Syaithon , Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.
Serial 5 Alam Jin: Makanan dan Minuman Jin
Perlu diketahui bahwa jin -termasuk pula setan- melakukan aktivitas makan dan minum.
Beberapa dalil membuktikan hal ini.
Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata,
ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺤْﻤِﻞُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇِﺩَﺍﻭَﺓً ﻟِﻮَﺿُﻮﺋِﻪِ ﻭَﺣَﺎﺟَﺘِﻪِ ، ﻓَﺒَﻴْﻨَﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻳَﺘْﺒَﻌُﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ « ﻣَﻦْ ﻫَﺬَﺍ » . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ . ﻓَﻘَﺎﻝَ « ﺍﺑْﻐِﻨِﻰ ﺃَﺣْﺠَﺎﺭًﺍ ﺃَﺳْﺘَﻨْﻔِﺾْ ﺑِﻬَﺎ ، ﻭَﻻَ ﺗَﺄْﺗِﻨِﻰ ﺑِﻌَﻈْﻢٍ ﻭَﻻَ ﺑِﺮَﻭْﺛَﺔٍ » . ﻓَﺄَﺗَﻴْﺘُﻪُ ﺑِﺄَﺣْﺠَﺎﺭٍ ﺃَﺣْﻤِﻠُﻬَﺎ ﻓِﻰ ﻃَﺮَﻑِ ﺛَﻮْﺑِﻰ ﺣَﺘَّﻰ ﻭَﺿَﻌْﺖُ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺒِﻪِ ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﺼَﺮَﻓْﺖُ ، ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮَﻍَ ﻣَﺸَﻴْﺖُ ، ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﺑَﺎﻝُ ﺍﻟْﻌَﻈْﻢِ ﻭَﺍﻟﺮَّﻭْﺛَﺔِ ﻗَﺎﻝَ « ﻫُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻃَﻌَﺎﻡِ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ، ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﺃَﺗَﺎﻧِﻰ ﻭَﻓْﺪُ ﺟِﻦِّ ﻧَﺼِﻴﺒِﻴﻦَ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ، ﻓَﺴَﺄَﻟُﻮﻧِﻰ ﺍﻟﺰَّﺍﺩَ ، ﻓَﺪَﻋَﻮْﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻥْ ﻻَ ﻳَﻤُﺮُّﻭﺍ ﺑِﻌَﻈْﻢٍ ﻭَﻻَ ﺑِﺮَﻭْﺛَﺔٍ ﺇِﻻَّ ﻭَﺟَﺪُﻭﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻃَﻌَﺎﻣًﺎ »
Bahwasanya ia pernah membawakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wadah berisi air wudhu dan hajat beliau. Ketika ia membawanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa ini?” “Saya, Abu Hurairah”, jawabnya. Beliau pun berkata, “ Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek) .” Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku. Hingga aku meletakkannya di samping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat, aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, “ Ada apa dengan tulang dan kotoran? ” Beliau bersabda, “ Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”. (HR. Bukhari no. 3860)
Begitu pula dalam hadits lainnya, dari ‘Abdullah bin Mas’ud disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻨْﺠُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺮَّﻭْﺙِ ﻭَﻻَ ﺑِﺎﻟْﻌِﻈَﺎﻡِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺯَﺍﺩُ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ
“Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin."
HR. Tirmidzi no. 18. ( Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih )
Juga diceritakan dalam hadits lainnya bahwa setan makan dengan tangan kiri. Sedangkan kita diperintahkan menyelisihi setan dalam hal tersebut.
Dalam Shahih Muslim, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anha , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺄْﻛُﻞْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺏَ ﻓَﻠْﻴَﺸْﺮَﺏْ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ ﻭَﻳَﺸْﺮَﺏُ ﺑِﺸِﻤَﺎﻟِﻪِ
“Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim no. 2020).
Dalil lainnya juga menunjukkan setan itu makan dan minum yaitu dari hadits Jabir bin ‘Abdillah, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻻَ ﻣَﺒِﻴﺖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻋَﺸَﺎﺀَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴﺖَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya, lalu ia berdzikir pada Allah ketika memasukinya dan ketika hendak makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Sungguh kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam.” Namun ketika seseorang memasuki rumah dan tidak berdzikir pada Allah, setan pun berkata (pada teman-temannya), “Akhirnya, kalian mendapatkan tempat bermalam.” Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan pun berucap (pada teman-temannya), “Kalian akhirnya mendapat tempat bermalam dan makan malam.”
(HR. Muslim no. 2018).
Sebagaimana manusia terlarang memakan daging yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Maka sama halnya dengan jin beriman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan pada mereka makanan berupa tulang yang disebut nama Allah. Jin beriman tidak boleh meninggalkan penyebutan ‘bismillah’. Sedangkan setan jadi menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah. Oleh karena itu, sebagian ulama berdalil bahwa bangkai merupakan makanan setan karena bangkai itu berasal dari hewan yang disembelih tanpa disebutkan
bismillah .
Begitu pula sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim berdalil bahwa minuman yang memabukkan adalah minumannya setan. Di antara yang dijadikan dalil adalah ayat,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻴْﺴِﺮُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺏُ ﻭَﺍﻟْﺄَﺯْﻟَﺎﻡُ ﺭِﺟْﺲٌ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90).
Karena yang meminum khomr adalah wali setan dan atas perintahnya. Mereka sama dengan setan dalam amalan tersebut. Jadi, peminum khomr pantas mendapatkan dosa dan siksa.
Hanya Allah yang memberi taufik.
Referensi :
‘Alamul Jin wasy Syaithon , Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.
Menyembuhkan Insyaallah Penyakit Medis dan Non Medis,
1, Rukiyah
2. Bekam
3. Totok Syaraf,
2. Bekam
3. Totok Syaraf,
4. Totok Aura wajah, dll.
Untuk Konsultasi dan Pengobatan Langsung Hubungi
KH. Ibnu Suhada ( Abu Amir ) Telp 085216086856/087716352298
Untuk Konsultasi dan Pengobatan Langsung Hubungi
KH. Ibnu Suhada ( Abu Amir ) Telp 085216086856/087716352298
Jumat, 30 Maret 2018
Amalan-Amalan Yang Paling Dicintai Allah
Amalan-Amalan Yang Paling Dicintai Allah
Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ .
رواه طبراني
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bolih menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka” (HR Thabrani)
Di sini Rasulullah s.a.w. ditanya siapa orang yang paling dicintai oleh Allah, ternyata ia adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan agar kita gemar memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sebaliknya, yaitu menjadikan agar bagaimana orang lain bermanfaat buat kita. Tapi yang hendaknya kita pikir bagaimana agar kita bolih memberikan manfaat untuk orang lain. Oleh karena itulah Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR Bukhari dan Muslim)
Orang yang punya kelebihan harta, ia berpikir bagaimana memberi manfaat dengan hartanya. Siapa yang memiliki kelebihan ilmu, ia berpikir bagaimana ilmunya bolih memberi manfaat kepada manusia. Siapa yang memiliki tenaga ia berpikir bagaimana agar tenaganya bolih bermanfaat kepada manusia.
Ketika seseorang melihat saudaranya sedang bersedih hati hendaknya ia berusaha gembirakan hatinya. Atau ia melihat temannya sedang sakit, hendaknya ia hibur hatinya agar ia semakin sabar dengan sakitnya itu.
Amalan tersebut sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Memberi makan orang yang kelaparan
atau engkau hilangkan kelaparannya”. Seorang mukmin jangan sampai membiarkan tetangganya kelaparan atau saudaranya sesama Muslim lain kelaparan.
Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan kita agar jangan mementingkan diri sendiri, mengajarkan kepada kita sikap dermawan serta selalu memperhatikan keadaan saudara kita.
Semoga kita dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia dan orang yang paling dicintai olih Allah s.w.t.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ .
رواه طبراني
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bolih menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka” (HR Thabrani)
Di sini Rasulullah s.a.w. ditanya siapa orang yang paling dicintai oleh Allah, ternyata ia adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan agar kita gemar memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan sebaliknya, yaitu menjadikan agar bagaimana orang lain bermanfaat buat kita. Tapi yang hendaknya kita pikir bagaimana agar kita bolih memberikan manfaat untuk orang lain. Oleh karena itulah Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR Bukhari dan Muslim)
Orang yang punya kelebihan harta, ia berpikir bagaimana memberi manfaat dengan hartanya. Siapa yang memiliki kelebihan ilmu, ia berpikir bagaimana ilmunya bolih memberi manfaat kepada manusia. Siapa yang memiliki tenaga ia berpikir bagaimana agar tenaganya bolih bermanfaat kepada manusia.
Ketika seseorang melihat saudaranya sedang bersedih hati hendaknya ia berusaha gembirakan hatinya. Atau ia melihat temannya sedang sakit, hendaknya ia hibur hatinya agar ia semakin sabar dengan sakitnya itu.
Amalan tersebut sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Memberi makan orang yang kelaparan
atau engkau hilangkan kelaparannya”. Seorang mukmin jangan sampai membiarkan tetangganya kelaparan atau saudaranya sesama Muslim lain kelaparan.
Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan kita agar jangan mementingkan diri sendiri, mengajarkan kepada kita sikap dermawan serta selalu memperhatikan keadaan saudara kita.
Semoga kita dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia dan orang yang paling dicintai olih Allah s.w.t.
Menyembuhkan Insyaallah Penyakit Medis dan Non Medis,
1, Rukiyah
2. Bekam
3. Totok Syaraf,
2. Bekam
3. Totok Syaraf,
4. Totok Aura wajah, dll.
Untuk Konsultasi dan Pengobatan Langsung Hubungi
KH. Ibnu Suhada ( Abu Amir ) Telp 085216086856/087716352298
Untuk Konsultasi dan Pengobatan Langsung Hubungi
KH. Ibnu Suhada ( Abu Amir ) Telp 085216086856/087716352298
Langganan:
Postingan (Atom)







